Surabaya, 12 Oktober 2016
merupakan hari yang bersejarah bagi PT Matahari Sakti (MS) yang mana MS
kedatangan tamu spesial dari Komisi IV DPR RI dan diterima langsung oleh
Presiden Direktur MS Puspita Dewi Prijadi. Komisi IV DPR RI yang
membidangi pertanian, perkebunan, kehutanan, kelautan, perikanan dan
pangan. Kunjungan ini dalam rangkah peninjauan Ketersediaan pakan ternak,
Komisi IV DPR RI ingin melihat secara langsung apa kekurangan dan
kelemahannya sehingga bisa di support oleh komisi IV.
Dalam kunjunganya ke MS ketua
komisi IV DPR RI Guntur Sasono mengungkapkan Pabrik ini/MS merupakan suatu
kebanggaan Indonesia dan harus di back up secara nasional karena
sebagai upaya untuk mendukung perkembangan industri pakan budidaya di
Indonesia, selama ini industri pakan tidak didukung dengan regulasi yang ada,
sedangkan industri perikanan sangat berkaitan erat dengan pemenuhan gizi
masyarakat indonesia karena protein yang dihasilkan oleh ikan kandungannya
sangat tinggi, tahunya hanya daging sapi aja padahal harga daging sapi sangat
mahal sedangkan bagi masyarakat menegah ke bawah ikan merupakan pilihan yang
tepat, dengan harga ikan yang murah dibandingkan daging sapi, ikan kandungan
gizinya lebih banyak.
Guntur Sasono juga mengatakan MS
merupakan kebanggan nasional karena MS merupakan perusahaan pakan satu-satunya
yang ada di indonesia dari dalam negeri kalau yang lainya perusahaan asing yang
ada di Indonesia. Dan yang hebatnya lagi seluruh karyawanya merupakan orang
Indonesia, ini membuktikan bahwa sumber daya manusia (SDM) dalam negeri mampu
bersaing dengan pekerja luar negeri.
Sementara itu, Dewi Prijadi
dalam sambutanya mengharapkan dukungan dari pemerintah dengan kebijakanya yang
mensupport industri pakan, hal ini berkaitan juga mendukung pemerintah dalam
programnya menciptakan manusia sehat dengan menggalakkan konsumsi makan ikan
(Gerakan masyarakat makan ikan-GEMARIKAN). Lebuh lanjut Dewi Prijadi mengatakan
kebijkan baru impor barang dengan pengenaan pajak pertambahan nilai (PPn) 10
persen mengakibatkan beberapa harga bahan baku impor naik dan berdampak pada
harga pakan. Dan dalam pendistibusian barang masih mendapat kendala dari
infrastruktur yang kurang mendukung.
Dalam kunjunganya Komisi IV DPR
RI ke MS selain ramah tamah bersama manajemen MS juga berkeliling ke area produksi
pakan di pandu dari team produksi Wono Santoso, beliau menjelaskan proses
produksi pakan mulai dari pemilihan bahan baku sampai proses finishing dengan
kontrol yang ketat untuk menjaga kualitas pakan.
Setelah kunjungan ke MS
rombongan komisi IV DPR RI lansung menuju ke mojokerto untuk bertatap muka
bersama kelompok pembudidaya ikan untuk mendapatkan masukan dan saran dari
mereka sehingga diharapkan ada kebijakan yang mendukung mereka agar industri
perikanan Indonesia semakin maju, pembudidaya sejahtera dan gizi masyarakat
terpenuhi dengan mengkonsumsi ikan.
PT
Matahari Sakti dirintis pada tahun 1988
oleh Ibu Puspita Dwi Prijayi yang mana Perusahaan tersebut hanya memproduksi pakan udang dengan
merk Fengli. Dengan perkembangan zaman dan teknologi IPTEK, perusahaan ini
mengalami kemajuan yang pesat. Perusahaan ini sudah tersebar luas di Indonesia
untuk memenuhi permitaan aquaculture. Tidak hanya produk pakan untuk udang saja
yang di produksi. Akan tetapi, dari mulai pakan ikan, pakan burung hingga pakan
ternak pun tersedia di perusahaan ini. Sebagai
Perusahaan yang telah berkontribusi di Indonesia, pada tahun 2007 PT Matahari
Sakti menerapkan standard ISO 9001:2000 untuk meningkatkan manajemen
kualitas pakan. Standar mutu ini dipakai dalam segla aspek, terutama dalam
usaha penyimpanan pakan.
Proses penyimpanan pakan pada perusahaan Matahari Sakti
menerapakan sistem FIFO, yang mana untuk pembaruan pakan yang di simpan dalam
gudang. Di dalam gundang penyimpanan, pakan yang telah dikemas tidak diletak
langsung pada lantai. Lantai gudang diberi papan agar pakan tetap renyah, dan
tidak sebagai perambat hewan yaang dapat merusak pakan serta kemasan. Gudang
Penyimpanan juga dilengkapi dengan pendingin, pendingin ini berfungsi sebagai
penghigienis pakan dan menghindarkan dari efek penjamuran pada pakan. Penataan
gudang juga dilakukan dengan rapi, bertujuan untuk menghindari kerusakan pakan
akibat tertumpuk pakan lain. Jarak tumpukan dalam gudang tidak terlalu sempit
karena dapat mempermudah keluar masuknya pakan. Pakan yang di simpan dalam
gudang berbentuk tepung dan pelet.
Jarak
antar pallet per linediatur untuk menghindari adanya kerusakan dan
kontaminasi bahan baku. Jarak pallet dengan dinding yaitu 30 cm
untuk menghindari terjadinya kelembaban yang tinggi dan sirkulasi udara dapat
lebih lancar. Pallet disusun dalam 3 tumpukan dengan jumlah karung
tiappallet sebanyak 25 atau 30 karung (tergantung ukuran karungnya). Hal tersebut
dimaksudkan agar tidak terjadi
kerusakan yaitu pecahnya karung pada bagian-bagian bawah penyusunan bahan baku. Penumpukan karung yang
terlalu tinggi dan jumlah terlalu banyak dapat menyebabkan sirkulasi udara
dalam gudang yang tidak lancar. Sirkulasi udara dalam gudang yang tidak lancar
akan menyebabkan timbulnya hot spot yang berpotensi pada kebakaran
spontan. Pembersihan dan pemeriksaan gudang setiap hari dilakukan sebagai
langkah perawatan terhadap gudang penyimpanan bahan baku. Pembersihan gudang
dilakukan dengan cara membersihkan bahan pakan yang tercecer.
PT Matahari
Cipta Sentosa (MCS) adalah business unit MS yang bergerak di bidang
shrimp farm dan fish hatchery. Kini MCS telah mengoperasikan 2 shrimp farm yang
berlokasi di Situbondo seluas kurang lebih 5 hektar dan di Probolinggo seluas
kurang lebih 9 hektar. Selain untuk budidaya udang vaname, shrimp farm ini
juga digunakan untuk riset uji kualitas pakan udang MS.
Sedangkan
untuk fish hatchery, MCS kini mengoperasikan 5 unit fish hatchery yaitu di 2
unit di Pasuruan, dan masing-masing 1 unit di Jambi, Lampung dan
Banjarmasin. Salah satu keberhasilan fish hatchery MCS adalah dalam
pengembangan beberapa jenis ikan unggulan, antara lain lele yang
diberi nama Masamo, nila atau tilapia yang diberi nama Mentaris dan yang
terbaru adalah patin yang diberi nama Gondeta.
